KISAH RORO JONGRANG DARI GRESIK
KISAH RORO JONGRANG ASAL GRESIK.
(LEGENDA DESA SUMUR SONGO Dan MAKAM NYI AGENG TUMENGKANG SARI,CUCU DARI SUNAN GIRI)
Ziarah Makam Wali Gresik part XVII
Gresik Punya Cerita yang mirip legenda roro jongrang dan Bandung Bondowoso. Kisah ini terjadi di desa Sumur Songo wilayah Sido kumpul.
Roro jongrang dari Gresik tersebut bernama Nyai Ageng Tumengkang Sari. Beliau adalah perempuan yang sangat Ayu rupawan dan putri seorang alim ulama yang bernama SUNAN WARUJU Yang tidak lain adalah putra terakhirnya SUNAN GIRI.
Nyi ageng selain ayu rupawan akhlak budi pekertinya sangat luhur,ringan tangan dan sering membantu warga yang sakit,terutama dalam hal membantu warga yang melahirkan. memang beliau sangat berbakat dalam bidang ketabiban/kedokteran.
Suatu ketika ada seorang pangeran dari kerajaan Mojopahit yang ingin sekali meminang dan menyuntingnya.pangeran yang terkenal sakti mandraguna itupun akhirnya berkunjung ke GIRI .Wajah nya tampan ,kesaktiannya begitu hebat,sayang pangeran itu berbeda agama dengan nyi ageng. Hati sang putri bergejolak, bagaimana bisa dia menerima lamaran orang yang bukan muslim,terlebih dia cucu seorang sunan yang menyebarkan ajaran islam dipulau jawa ini.sedangkan pangeran itu berasal dari kerajaan mojopahit yang menganut agama hindu.
nyi ageng ingin tegas menolak ,namun ia berfikir panjang,apabila langsung menolak lamaran pangeran,pasti akan terjadi pertumpahan darah. dan pangeran akan malu karena kalah dan ditolak lamarannya.
Karena belum menemukan Alasan yang tepat,akhirnya nyi ageng memutuskan turun gunung meninggalkan giri dan bersembunyi di sebuah dusun yang kini berada di kawasan jalan panglima sudirman.
Dalam persembunyian tsb ia ditemani oleh dayang nya yang bernama susilowati dan mbah singo sebagai pengawal pribadinya. Dengan mengandalkan keahliannya ia pun banyak menolong warga setempat yang ingin melahirkan/ kalau istilah sekarang adalah dukun bayi .
Dalam menolong warga selain dayangnya, sang putri juga dibantu oleh Mbah brojol yang selalu menyiapkan racikan daun daun untuk resep yang telah di tumbuk halus disebuah pipisan/LUMPANG yang biasanya dibuat untuk menghaluskan jamu.
Pangeran mojopahit begitu tahu sang putri meninggalkan giri, ia pun mencari tahu dimana putri cantik pujaan hatinya itu berada. dengan mengerahkan pasukan dan kesaktiannya dia akhirnya bisa menemukan nyi ageng tumengkang sari.
Ditagihnya lamaran tsb.nyi ageng pun mencari akal untuk menolak lamaran tsb. Dia lantas membuat syarat yang sekiranya tidak bisa dipenuhi oleh pangeran tsb, Yaitu jika pangeran bisa membuat 10 sumur dalam waktu semalam,maka lamarannya diterima. Dengan penuh percaya diri pangeran dari mojopahit itupun menyanggupi persyaratan itu,karena pangeran merasa yakin dan mampu.Sementara itu nyi ageng gelisah dan mencari akal untuk menggagalkan pinangan itu.dia kemudian berdo'a meminta petunjuk dan pertolongan kepada Alloh SWT.
Menjelang fajar,setelah selesai membuat 10 sumur dalam waktu semalam,sang pangeran pun menunjukkan hasil pekerjaannya dan berniat menagih janji nyi ageng untuk menjadi istrinya. Sang putripun datang ,kemudian dia menduduki salah satu sumur tsb. Setelah itu ia pun menghitung sumur sumur yang ada tanpa menghitung sumur yang didudukinya. dan disebutnya hanya 9 alias kurang 1.
Sang pangeran pun tidak percaya.lalu menghitung sumur sumur buatannya..Entah mengapa...apakah ia lupa atau tidak melihat .pangeran tsb juga tidak menghitung satu sumur yang diduduki nyi ageng sehingga jumlahnya pun hanya 9.
Dan dihitung dan dihitung lagi berulang kali,ternyata jumlahnya cuma 9. Ini membuat pangeran sakti itu heran dan gelisah ,betapa tidak,kerja kerasnya yang semalam suntuk dengan mengerahkan kesaktiannya tentu akan sia sia.dan angan angan untuk mempersunting nyai ageng yang jelitapun akan KANDAS.. Kemanakah sumur yang sebuah lagi....sang pangeran berusaha mengingat ingat, walau dia merasa sudah membuat 10 sumur disekitar tempat itu,tapi tidak di temukan nya jua. Sementara itu nyai ageng diam membisu sambil terus memohon perlindungan Alloh agar sumur itu tidak ditemukan,agar perkawinan antara mereka tidak terjadi. Dan ternyata Do'a nya terkabul,sumur yang hilang tidak pernah ditemukan.
Akhirnya sambil garuk garuk kepala sang pangeran mengakui kekalahannya,diapun merasa gagal dan menyerah pada nyi ageng.dan iapun pulang dengan langkah gontai penuh kekecewaan.Sang pangeran tidak menyadari sebenarnya sumur yang hilang itu ada dibawah tempat duduknya nyi ageng.
Karena kegagalan tsb pangeran merasa kecewa,marah dan mengeluarkan SUMPAH kALAU ADA Anak gadis di dusun ini ada yang menolak lamaran, maka akan menjadi perawan selamanya.
Setelah menggagalkan lamaran pangeran tsb,nyi ageng kembali melakukan perbuatan mulia untuk menolong warga yang melahirkan. Namun dikisahkan kemudian sang putri meninggal dalam usia muda dan dia belum sempat menikah alias masih perawan sampai ajal menjemput.....Apakah karena kutukan dan sumpah sang pangeran ...atau mungkin kebetulan umurnya di takdirkan sampai disitu.....Wallohu aklam.....












Komentar
Posting Komentar