MONUMEN TENGGELAM NYA KAPAL VAN DER WIJCK-LAMONGAN INDONESIA
MONUMEN TENGGELAM NYA KAPAL VAN DER WIJCK...
(TRAGEDI KAPAL VAN DER WIJCK ....TITANIC NYA INDONESIA)
Pernahkah anda mendengar Nama Van Der Wijck..
Nama itu mungkin akan membawa fikiran anda pada Sebuah NOVEL Fiktif terkenal karya sastrawan Buya Hamka, atau Sebuah judul film yang beredar beberapa tahun lalu..
Apakah anda sudah pernah membaca Novelnya( tenggelamnya kapal van der wijck) atau bahkan sudah menonton film nya yang disadur dalam novel tsb...
TETAPI,Pernahkan anda mendengar bila Nama tsb diatas berkaitan dengan sebuah KISAH Tragedi yang memilukan tentang tenggelamnya kapal Belanda yang terjadi pada masa Lampau di daerah LAMONGAN.
Yaa...di daerah pesisir lamongan,kisah tenggelamnya kapal van der wijck BUKANLAH FIKTIF, Karena memang benar benar ada dan terjadi .Ini terlihat dari adanya monumen di daerah Kec. Brondong Lamongan. Monumen ini dibangun oleh Pihak pemerintah Belanda untuk mengenang kisah tenggelamnya kapal tersebut di perairan lamongan pada tahun 1936.
Monumen itu juga untuk mengucapkan terima kasih dari pihak belanda kepada warga lamongan (nelayan brondong dan blimbing) atas jasa nya yang telah menolong dan memberikan bantuan dalam berbagai bentuk dan usaha guna menyelamatkan awak kapal dan penumpang di kapal tsb.
Kapal van der wijck diambil dari nama Gubernur Jendral Carel herman Aart Van Der Wijck. yang diangkat Ratu Emma van waldeck pada tahun 1893.
Gubernur Van der wijck mulai memerintah pada tahun 1893-1899. Dan meninggal pada tahun 1914 pada usia 74 tahun.
Pada tahun 1921 pemerintah belanda mengabadikan nama jendral ini sebagai nama Kapal mewah milik perusahaan pemerintah belanda(KPM Belanda yang nantinya menjadi cikal bakal PT.PELNI Indonesia) yang berkantor pusat di Batavia (sekarang jakata)
Kapal van Der Wijck di rancang sebagai kapal pengangkut penumpang dan barang dengan memakai tenaga Uap.
Sebelum tenggelam ,kapal van der wijck berangkat dari Bali menuju Semarang dengan terlebih dahulu singgah di Surabaya. Namun Naas...bagi kapal van der wijck, karena pelayaran kali ini adalah pelayaran untuk terakhir kalinya. Sebab ketika Sampai di perairan Lamongan, tepatnya 12 mil dari pantai Brondong,kapal ini TENGGELAM. Tepatnya pada hari selasa 20 oktober 1936 dengan jumlah Penumpang 187 warga pribumi,39 warga eropa,1 kapten,80 anak buah kapal/pribumi .
4 orang meninggal. 49 orang hilang, tetapi berdasarkan catatan lain,yang meninggal dan hilang lebih dari yang tercatat. Hal ini di mungkinkan banyak penumpang yang tidak terdaftar,mereka adalah kuli angkut pribumi yang ada di kapal.
Penyebab tenggelamnya kapal Van der wijck sampai sekarang belum jelas. Dalam beberapa tulisan yang saya baca,sebagian mengatakan penyebabnya adalah kerusakan mesin..entahlah..semua masih misteri.
Monumen van derwijck ini berbentuk seperti POS Pemantau kawasan pantai.tingginya kira kira 12 meter,terdapat 2 prasasti yang berada di dinding barat dan timur monumen. prasasti itu terbuat dari plat besi yang bertuliskan bahasa belanda (sisi timur) mepet pagar dan rumah orang. dan bahasa indonesia (sisi barat).
Lokasi monumen ini sebenarnya terletak tidak jauh dari jalan raya, tepatnya di kantor pelabuhan Brondong. Namun karena tidak ada papan nama/petunjuk tentang monumen ini,maka banyak orang awam tidak tahu. andaikan tahu,mereka menganggap monumen itu sebagian dari bangunan kantor. Apalagi disekitar monumen terdapat menara tower dari besi. di tambah dengan banyaknya kendaraan yang parkir di sekitar monumen ,maka menjadikan monumen ini se olah olah semakin tenggelam keberadaannya......
Sayang sekali........kini monumen itu sama sedihnya dengan tregedi tenggelamnya kapal van der wijck.......










Komentar
Posting Komentar