Adu Kesaktan Sunan Bejagung vs Patih Gajah Mada
BENARKAH JASAD GAJAH MADA ADA DI MAKAM PANJANG INI.....
Jejak Penyebaran Agama Islam di Bumi Tuban ( Part 4)
Melintasi Area Pemakaman umum di Desa Prunggahan Wetan Kec.Semanding Tuban,Siapapun akan tertarik dengan makam berukuran 3x lipat makam pada umum nya. Panjang makam lebih dari 4 meter,dan gundukan tanah setinggi lebih dari 1 meter,itulah makam seseorang yang di kenal dengan sebutan mbah manjang .siapakah dia...
Cerita yang berkembang di Masyarakat,mbah manjang tak lain adalah Patih Barat Ketigo nama samaran Gajah Mada ketika mengemban tugas dari hayam wuruk untuk menjajal Kesaktian Syeh Asy'ari alias Sunan Bejagung yang mengalahkan Pasukan Bergajah yang di sabdo menjadi Batu/ watu gajah.
Tugas gajah mada tak lain untuk menindak lanjuti kegagalan Pasukan bergajah yang membujuk Pangeran penghulu/Pangeran Sudimoro agar berhenti ngelmu agama ke Syeh As'ari dan segera kembali ke kerajaan.
Dalam beberapa adu kesaktian ,barat ketigo dapat dikalahkan dan akhir nya harus mengakui ketinggian Ilmu syeh as'ari dan ia memilih tinggal untuk berguru sampai akhir hayat nya. Cerita ini di kuatkan dengan situs watu gajah yang letak nya tak jauh dari makam barat ketigo,serta makam pangeran penghulu dan syeh as'ari di desa Bejagung ,desa yang ada di sisi utara makam barat ketigo.
Watu Gajah yang berada tak jauh dari Makam Barat ketigo alais Patih Gajah Mada
Di bawah ini Sepenggal kisah adu kesaktian antara gajah mada dan Sunan Bejagung/Syeh As'ari
Setelah seluruh pasukan gajah dari mojopahit menjadi batu,para pasukan mojopahit kembali ke kerajaan dan lapor pada Prabu Hayam Wuruk. Kemudian sang Prabu memerintahkan kepada Patih Gajah Mada(yang terkenal dengan ilmu Barat ketigo) untuk menjemput putranya (pangeran sudimoro) sekaligus menguji sampai sejauh mana ilmu sunan bejagung tuban.
Patih gajah mada berangkat sendirian/tanpa bala tentara menuju pesisir utara kadipaten tuban dengan menyamar sebagai seorang nelayan dengan menggunakan nama samaran barat ketigo. Kemudian Ia mengaduk aduk air laut Tuban sampai keruh dan berpura pura mencari ikan dodok. Setelah di ketahui oleh sunan bejagung,barat ketigo di tanya oleh sunan bejagung,jawab nya ia sedang mencari ikan dodok,karena adik nya hamil dan ngidam ingin makan ikan dodok.Akhir nya sunan bejagung mengambil lontar untuk di buat timba. barat ketigo di perintahkan mengambil daun waru. Setelah timba dari lontar tersebut di isi dengan air dan daun waru di masukkan ke dalam timba,seketika itu Daun Waru berubah menjadi Ikan Dodok.
Barat ketigo ingin menguji lagi kesaktian Sunan Bejagung, ia izin untuk bertamu kekediaman sunan bejagung. Ketika melewati Ladang Sunan bejagung ia menggoyang kan Pohon kelapa sehingga Pohon nya pada berjatuhan semua.Sunan bejagung bertanya untuk apa menggoyangkan pohon kelapa. Barat ketigo menjawab bahwa ia Haus. lalu sunan berkata kalau di goyang keras buah yang muda ikut jatuh dan tidak bisa di manfaatkan lagi buah nya...mubadzir
Lalu sunan bejagung mengambil buah kelapa dengan cara merebahkan pohon kelapa dengan cangkul, barat ketigo dengan mudah nya mengambil pohon kelapa yang sudah tua,tanpa merusak kelapa yang masih muda. kemudian pohon kelapa dikembalikan tegak seperti semula oleh sunan bejagung.
Barat ketigo kagum atas kesaktian sunan bejagung,tetapi ia masih belum puas,setelah meminum air kelapa ia pura pura masih haus,dan ingin minum air lagi. bagaimana ini sunan,air kelapa di sini sudah habis, sedangkan aku masih haus...Tak lama kemudian sunan bejagung mengambil air dan di masukkan ke dalam buah Maja Kecil. Melihat ulah sunan bejagung lor yang aneh tersebut,barat ketigo tertawa,karena air yang cuma sedikit itu di masukkan kedalam buah maja yang di belah menjadi 2 bagian dan di kurek tengah nya untuk di isi air, Ia menganggap mana mungkin air dalam buah maja yang cuma sedikit itu dapat menghilangkan rasa haus..
Ternyata setalah air itu diminum,air yang ada di dalam buah maja tersebut masih utuh dan tidak habis habis..Sehingga buah maja tersebut disebut dengan MOJOAGUNG Yang kelak berubah menjadi Bejagung/nama desa sampai sekarang dan juga sebutan nama Lain dari Syeh Abdulloh As'ari.
Akhir nya barat ketigo merasa Kalah Sakti dan menyatakan diri untuk menjadi Santri Kanjeng Sunan Bejagung.
Setelah wafat ia di makamkam tak jauh dari kasunanan bejagung Kidul,tepat nya di desa Prunggahan wetan,dan sampai sekarang terkenal dengan Sebutan Makam panjang.
Panjang dan besar nya makam ini di mungkinkan adalah tempat Senjata/pedang atau gada dari Barat ketigo.
Ada juga yang berkeyakinan gajah mada tidak di makam
kan disini, tapi di daerah lain yang masih sekitar daerah sini....















Komentar
Posting Komentar