RADEN MAKDUM IBRAHIM,ALIAS SUNAN BONANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MAESTRO BUDAYA, PENCIPTA TEMBANG TOMBO ATI..
Jejak Penyebaran Agama Islam di Bumi Tuban (Seri 6)
MAKAM SUNAN BONANG..
Sunan Bonang merupakan salah satu dari 9 wali yang berperan besar dalam mensyiarkan Islam di Indonesia. Beliau juga merupakan seorang guru sekaligus imam besar yang sangat terkenal dan di hormati di pulau Jawa.
Beliau adalah wali yang banyak di anugerahi berbagai ilmu yang sangat tinggi.
Beliau juga di kenal sebagai wali yang sangat ulung dalam ber da'wah dan menguasai ilmu fiqih, Ushuluddin, tasawuf,Seni,Sastra, Arsitektur dan berbagai ilmu kesaktian dan kedigdayaan.
Sunan Bonang lahir sekitar tahun 1465 M. Beliau adalah putra dari sunan Ampel dan Dewi Condro wati atau yang biasa disebut Nyi Ageng Manila Putri dari seorang Adipati Tuban yaitu Aryo Tejo. Nama asli sunan Bonang yaitu syekh Maulana Makdum Ibrahim atau Raden Makdum Ibrahim.Beliau juga merupakan kakak dari Raden Qosim atau sunan Drajat.
Sejak kecil sunan Bonang telah di bekali dengan ajaran agama Islam oleh ayahnya dengan tekun dan disiplin.Bahkan ketika beliau masih muda, pernah melakukan perjalanan hingga menyeberang ke daerah pasai/Aceh untuk berguru pada Syekh Maulana Ishak bersama dengan Raden paku/Sunan Giri.selain itu mereka juga belajar kepada ulama besar yang lain, yang menetap di negeri pasai seperti ulama tasawuf yang berasal dari bagdad, Mesir, Arab dan persia/Iran.
Setelah kembali ke tanah Jawa beliau di perintahkan ayahnya untuk berdakwah di daerah Tuban.
Sebutan sunan Bonang di duga berasal dari kata Bon ang sesuai nama marga ayah nya Bong swi hoo atau sunan Ampel.
Literasi yang lain menyebutkan jika nama Bonang di ambil dari salah satu alat musik tradisional yang biasa di gunakan oleh Raden Makdum Ibrahim dalam berdakwah.
Dalam berdakwah sunan Bonang sering menggunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati mereka. sunan Bonang memahami bahwa dakwah melalui kesenian adalah suatu cara yang tepat,maka beliau mempelajari Kesenian Jawa, antara lain wayang dan seni Bonang.
Bonang adalah sejenis alat musik tradisional yang terdiri dari Kuningan yang bagian tengah nya berbentuk lonjong,bila bagian itu di pukul dengan kayu lunak,maka akan muncul suara yang merdu. Setiap sunan Bonang membunyikan alat musik tersebut, pasti banyak penduduk yang berdatangan ingin mendengar kan, sekaligus menyaksikan nya. Dengan cara inilah sunan Bonang menyebarkan agama Islam kepada masyarakat. Setelah rakyat bersimpati dan menerima, barulah beliau menyisipkan ajaran ajaran agama Islam kepada mereka.
Sunan Bonangng merupakan wali Alloh yang memiliki cipta rasa seni yang tinggi, setiap lagu / tembang tembang yang di ciptakan dan di ajarkan untuk mengiringi pertunjukan wayang di isi dengan pesan pesan agama Islam/Berisikan nilai nilai ke islaman, sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama Islam dengan senang hati tanpa paksaan.
Sunan Bonang membuat tembang yang di kenal dengan tembang Tombo Ati. /Penyembuhan hati... berikut syair tembang Tombo Ati..
Tombo ati iku limo sak wernane....
Moco Qur'an,angen angen sak maknane.kaping pindo sholat wengi lakonono,kaping telu wong kang Sholeh kumpulono. Kaping papat wetheng siro engkang luwe,kaping limo dzikir wingi engkang suwe...
Salah satu murid sunan Bonang dan sekaligus menjadi sahabat nya yaitu sunan Kalijaga adalah wali yang mengikuti cara da'wah beliau yaitu dengan cara Akulturasi,(penanaman unsur unsur islam tanpa mengubah budaya/kebiasaan yang ada sebelumnya).
Menurut beberapa sumber, sunan Bonang adalah penanggung jawab atas penyesuaian adat Jawa ke Islam yang di lakukan oleh sunan Kalijaga. Beliau mengajarkan Islam kepada muridnya dengan pendekatan unik melalui alat musik gamelan,suluk dan primbon yang hingga saat ini masih tersimpan di universitas Laiden Belanda.
Sunan Bonang juga sangat berjasa dalam mengajarkan agama Islam kepada Raden patah secara khusus. Raden patah merupakan putra dari raja mojopahit (Prabu Brawijaya V) dan merupakan sultan pertama kerajaan Demak Jateng. Selain itu beliau juga di yakini turut membangun dan menjadi imam pertama masjid agung Demak.
Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M. Di desa Lasem Jateng. Pada awalnya jenazah Sunan Bonang akan di makamkan di daerah Surabaya berdekatan dengan makam ayahnya yaitu sunan Ampel. Namun para murid sunan Bonang yang berasal dari Madura/Bawean menginginkan agar pemakaman beliau di tempat kan di daerah Madura. Mendengar bahwa jenazah sunan Bonang tengah di angkut ke Madura menggunakan kapal,maka murid murid sunan Bonang yang berasal dari Tuban memperebutkan nya ,dan pada akhirnya kapal yang di tumpangi kandas/pecah di perairan Tuban. Dan pada akhirnya beliau di makamkan di sebelah barat masjid Jamik Tuban, sementara murid yang berasal dari madura di izinkan untuk membawa kain kafan beserta pakaian nya, sehingga terdapat 2 pemakaman.
Namun yang di anggap asli dan banyak di kunjungi peziarah adalah makam yang di Tuban...
Wallohu aklam.....
60Anda, Mahmudah Yesha, Sifin Ghani dan 57 lainnya
2 Komentar
Bagikan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

















Komentar
Posting Komentar